"TAPI"
Rasanya beberapa tahun ini langkahku melambat, gairahku redup, api dalam jiwa kehilangan daya bakar yang membangkitkan semangat, membayangkan masa dimana kuhabiskan waktu untuk menulis, membaca, dan kontemplasi, penuh ambisi dengan api yang menyala-nyala membakar, kini ditengah waktu yang tersisa aku tertatih, langkahku berat, sungguh membius sekali kesenangan didepan layar dan dibalik meja ini, aku sadar itu menggerogotiku, "tapi" selalu ada kata "tapi" selalu saja ada alasan untuk tidak beranjak, meski aku tahu masalah yang menggelayuti dan merusakku, dan sudah kurumuskan cara lepas dari itu, sangat sederhana "mulai" "ulangi" terus hingga menjadi kebiasaan dan lakukan terus, lagi-lagi kata "tapi" muncul sebagai kata sambung untuk kata-kata yang menjadi serangkaian alasan.


Komentar
Posting Komentar