Posts

Yang Tak Pernah Pulang

Beberapa waktu setelah menjalani pekerjaan di kantor ini, saya kerap terlibat dalam perjalanan dalam rangka pekerjaan, terkadang ketika hendak merencanakan pulang sebelum pekerjaan di luar kota berakhir, sudah ada perintah baru untuk melanjutkan pekerjaan di kota yang sama atau di kota berbeda. Tidak terlintas di benak ketika memilih pekerjaan ini akan terlibat dalam berbagai agenda di luar kota. Teringat, ketika perjalanan pertamakali setelah ditetapkan, saya dan beberapa rekan harus melaksanakan pekerjaan luar kota sampai dengan 9 (sembilan) hari, saat berangkat perbekalan pakaian luar dan dalam hanya tak siapkan untuk 3 (tiga) hari, untuk mengatasi keadaan ditengah minimnya keuangan. Pilihan mengalihkan biaya rokok untuk kebutuhan jasa loundry hotel sulit kuterima, mengingat seorang kawan mengeluh karena biaya cuci sempak (celana dalam) miliknya dibebani biaya Rp. 75.000,-- (tujuh puluh lima ribu rupiah) dihargai sama dengan harga loundry satu potong baju/celana oleh pihak hotel. B…

Belajar Dari Yunda

Image
Cerah merambati kota palu, kabar tentang kebijakan New Normal sudah menyebar dengan cepat, kata-kata itu menyulut harapan, memantik semangat untuk melanjutkan hidup setelah mengungkung diri mencegah penyebaran covid19.Sejak bulan maret dia memutuskan melaksanakan seluruh pekerjaanya dari rumah (work form home, WFH), hari itu, di awal bulan juni Dia memutuskan mengakhiri WFH, dalam pandanganya keadaan memang belum benar-benar aman, tidak ada keadaan yang kembali seperti sedia kala dalam terjang pandemic Corona Virus Disease 2019 (covid19), kebudayaan manusia berubah, begitu juga dengan syarat untuk kembali melaksanakan pekerjaan sebagaimana semula, ada syarat New Normal yang harus dipenuhi.

Tilang

Pagi itu cerah, beberapa hari ini awan menaugi mereka yang berpuasa, hujan datang silih berganti pagi, siang dan malam, meski tidak lama setidaknya menekan proses dehidrasi di masa-masa puasa.

Dengan sedan yang dibeli dari usahanya sebagai pemberi jasa hukum di Balikpapan, seperti biasa tanpa memperhatikan makhluk mungil, ingusan yang ada disampingnya sepanjang perjalanan menyusuri jalan Iswahyudi dari perumahan pondok karya agung menuju bandara dia terus bicara, tetang pandangan dunia, falsafah kehidupan dan tantangan kehidupan yang akan dihadapi anak yang masih ingusan yang persis berada disampingnya, disisi lain lelaki ingusan yang dalam beberapa tahun kedepan akan mewarisi kedikdayaannya sepanjang perjalanan hanya diam mencoba mencerna narasi-narasi besar yang keluar dari mulut Emaknya yang rempong.

Seperti dihujani peluru, tanpa bisa berkata-kata atau membantah, protes hanya jeritan tanpa suara, karena setiap kata akan berbalas dengan kalimat yang menghadapkan dia pada pagi yang pa…

Malaikat Maut

Pukul 19.10 waktu universitas balikpapan
"kalian bisa tenang tidak, ini bukan pasar" teriak perempuan tersebut dengan suara keras, lantang dan bulat sehingga kata-katanya sangat mudah terindrai, "kalian mau ujian atau tidak, kalo mau ujian saya minta semua diam" tambahnya dengan wajah memerah disertai guratan kedua alis yang nyaris bersatu dan sulit terpisahkan. 
Sontak suara riuh ruang kelas ujian nomor 3 lantai 2 gedung baru Universitas Balikpapan (Uniba) tertahan di tenggorokan, peserta Ujian mata kuliah Hukum Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) terbungkam, keadaan berbalik 180 derajat menjadi senyap, sesekali suara bisik sumbang memotong keheningan, protes kecil hanya merayap nyaris tak terdengar, dia menjadi penguasa atas diri kami dan sukses membungkam mulut liar kami.

Peluh Yang Memulihkan

Cerita tetang bagaimana seorang aktivis kampus memutuskan pensiun dari mahasiswa selalu menarik untuk dituliskan, begitu juga dengan pencapaian seorang aktivis dalam dunia paska kampus, dalam karirnya dikehidupan nyata. Aktivis, merupakan gambaran dari kegelisahan, kemarahan, kepedulian, hasrat, kritis, piawai, pergerakan dan perubahan. terkait gambaran tersebut ada dua aktivis yang kukenal yang kegelisahanya perlu dicatat pertama Wamustofa Hamzah, pertanggal 2 September 2016 telah pensiun sebagai aktivis mahasiswa Universitas Balikpapan karena telah merengkuh gelar sarjana hukum, dan kedua Dr. Piatur Pangaribuan, S.H., M.H., C.LA seorang dosen aktivis yang turut membidani lahirnya LBH Universitas Balikpapan kini menjadi Rektor Universitas Balikpapan.

Faber est suae quisque fortunae

Hai Nak, tidak terasa sudah sebulan kau mondok, tanggal 14 Juli 2019 kau sudah berada disana, menjelang melepasmu kau tahu terjadi gejolak pada kami sebagai orang tua, pertanyaan apakah kamu siap atau tidak? mampu atau tidak beradaptasi? menjadi fikiran yang menyelimuti kami, aku dan momsky, kalo aku sich, ada perasaan tidak siap, karena sejak kamu lahir sampai dengan masuk sekolah SD hingga lulus, aku yang sering meninggalkan kamu, kalian, tapi untuk pertama kalinya kamu meninggalkanku, kami, teringat ketika masih kecil setiap aku akan berangkat kuliah atau kerja meninggalkan kalian di resdes, pasti kamu jingkar hendak ikut, atau ketika mengetahui aku dalam keadaan tidak sehat, meski pilek atau meriang yang tidak seberapa, mengetahui itu dari momsky, kamu langsung mewek, kini aku tahu perasaanmu saat ditinggalkan, sebagaimana perasaanku harus melepaskanmu kepondok, tapi aku selalu percaya bahwa setiap mahluk hidup, manusia memiliki insting untuk bertahan hidup, bahkan memiliki akal d…

Si Vis Pacem Para Bellum,

--> Si Vis Pacem Para Bellum merupakan pribahasa yang diambil dari Bahasa latin, yang artinya “siapa yang menginginkan perdamaian bersiaplah berperang”, pribahasa itu bukan bermakna ajakan untuk berperang, tapi lebih kepada antisipasi, bahwa kerap kali kita tidak mengetahui bahkan tidak bisa mengendalikan keadaan diluar diri kita, boleh jadi bersahabat, dapat kita terima, boleh jadi sebaliknya destruktif (memiliki daya rusak), maka penting untuk membangun persiapan atas keadaan-keadaan yang terjadi.
Tanggal 14 juli 2019, kamu mulai pembelajaran di Sabilal Ar Rasyad, pondok pesantren di samarinda, kamu akan tinggal dengan semua keadaan yang tersedia, boleh jadi tidak kau sukai pada awalnya, karena kamu akan terpisah dari kami, harus beradaptasi dengan lingkugan baru, sekamar dengan orang-orang yang tidak kamu kenali, makan makanan yang tidak bisa kamu tawar, semua harus kamu hadapi, karena memang dalam hidup tidak semua yang kita sukai kita dapat atau baik buat kita, tapi tida…