Pos

K E N A N G A N

KENANGAN, nama lain dari Kelurahan Maridan atau Nama Lain dari kawasan tempat perusahaan ITCI Kartika Utama Berkantor. Entah atas dasar apa disebut Kenangan, apakah atas dasar praduga bahwa tempat ini memang akan menjadi kenangan bagi banyak orang setidaknya bagi orang-orang sepertiku yang mengenyam pendidikan, SD, SMP dan SMA di kenangan, yang menghabiskan umur sampai dengan kurang lebih 19 tahun. kawasan ini dikenal sebagai kenangan karena boleh jadi telah diprediksi oleh Pekerja yang mula-mula bermukim di kawasan maridan bahwa maridan akan menjadi kenangan karena perilaku kerja Perusahaan yang mungkin melakukan over produksi melewati jatah tebang tahunan dalam Rencana kerja Tahunannya (RKT)  terhadap Hak Penguasaan Hutan (HPH) yang dimilikinya. Pekerja generasi pertama ITCI Ku meletakan Hipotesis, dengan perilaku usaha yang demikian Maridan akan menjadi Kenangan seiring dengan bangkrutnya ITCI Ku karena kehabisan bahan baku, sebagaimana terjadi hari ini.

Jarak Itu

Hai Sayang,

Apa kabarmu hari ini? tentu tidak sebaik ketika aku berada disisimu, tidak ada keadaan baik untuk mereka yang dipisahkan jarak, pun ketika teknologi komunikasi berkembang sedemikian rupa, tetap tidak bisa mengganti yang namanya keberadaan aku-kamu-kamu-aku, selalu ada distorsi, selalu tersisa ruang hampa ketika telpon ditutup, karena tidak ada yang bisa mengganti perjumpaan.

Ach sayang, lama nian rasanya menjalani hidup terbentang jarak begini, aku tahu kadang kau tidak terima tapi tidak pernah kau utarakan katamu, pelan-pelan kita pangkas jarak itu, harapanku secepatnya dan kebersamaan kita bisa lebih lama dari penantian untuk bersama.

Kontemplasi

belajar hukum
tak kutemukan keadilan
belajar filsafat
tak kutemukan bijaksana

belajar ontologi
tak kutemukan hakekat
belajar epistemologi
tak kutemukan ilmu

belajar aksiologi
tak kutemukan nilai
Belajar mengerti
Kutemukan ketidaktahuan

terus mencari
Aku tersesat dibelantara
Berdiam diri
Aku menjadi onggokan daging

berusaha menemukanmu
Aku tersesat
Masuk ke samudra
Aku buih dalam ombak

Dalam dunia
Yang ada hampa
Masjid gereja vihara kuil
Laksana bak sampah

Hukum untuk menghukumi
Keadilan barang mewah
Kebijaksanaan mati bersama pandita
Tuhan terjerembab di bak sampah

Berjuang perbuatan hina
Karena semua punya harga
Tuhan milik segelintir
Agama di ruang hampa


HD

Pada Akhirnya

sekeras apapun dipertahankan
kecantikan akan memudar
kegantengan tak lekang

sekuat apapun berusaha
yang diraih akan ditinggalkan
yang diperoleh akan lepas

Menjadi kaya
tidak lepas dari mati
hidup miskinpun tidak terhina

di atas bumi di bawah matahari
tidak ada kepastian kecuali mati
bahagia derita seperti senja, kabur

apa alasan untuk sombong
berasal dari najis menjadi bangkai
Parfum tidak merubah tinja

kamu, aku, kita mati
cepat atau lambat
sekeras apapun berusaha

dari tiada menjadi tiada
menjadi ada karena diberi
masih punyakah alasan mengada-ada