Akhir Duka 10 Tahun HMI (Cabang Balikpapan)

Akhirnya HMI Bisa Menggunakan Asrama Haji Balikpapan

April 2002 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Balikpapan (kalimantan) menjadi tuan rumah pelaksanaan Kongres ke XXIII bertempat di Asrama Haji Balikpapan. Kongres ini begitu meriah karena di hadiri hampir 10.000 (sepuluh ribu) kader HMI dari penjuru Indonesia, sehingga bisa di bayangkan kemeriahan pelaksanaan kongres pada saat itu. Sebagaimana umumnya pelaksanaan kongres HMI, kegiatan ini tidak hanya berisi pertarungan politik kader-kader terbaik HMI untuk menjadi orang nomor 1 (satu), juga memuat kegiatan intelektual seperti bedah buku kandidat ketua Umum atau buku-buku karya kader HMI, Up Graiding Nilai Dasar Perjuangan, dan Seminar.

Pada kongres HMI di Balikpapan ada satu peristiwa pilu yang mencoreng nama HMI di Asrama Haji, intrik politik kandidat ketua umum Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam nyaris menghanguskan salah satu bangunan yang terdapat di Komplek Asrama Haji Balikpapan. Karena hal tersebut akhirnya pengurus Asrama Haji Balikpapan memasukan HMI kedalam daftar organisasi yang tidak dapat melaksanakan kegiatan di sana, dampak ini sangat dirasakan bagi generasi HMI Cabang Balikpapan diatas tahun 2002, setiap akan mengadakan kegiatan perkaderan khususnya latihan Kader 2 (intermediete training) pihak pengelola Asrama Haji selalu menolak pengajuan HMI, dengan alasan sejarah buruk pelaksanaan kongres 2002.

Meskipun karena peristiwa tersebut berdampak baik yakni penemuan tempat-tempat training alternatif, seingat saya LK 2 HMI tahun 2006 dilaksanakan di Pesantren Hidayatullah dengan banyak konsekuensi dimana peserta LK2 Khususnya perokok berat harus menahan diri untuk tidak merokok karena larangan merokok di areal pesantren, harus mengikuti sholat 5 (lima) waktu di masjid pesantren yang bagi banyak peserta sesuatu yang berat, kemudian harus pasrah tidur tempat training karena tidak terdapat fasilitas menginap sebagaimana yang terdapat di Asrama Haji. Begitupun ketika LK 2 HMI sekitar tahun 2008 yang menggunakan sarana Graha Pemuda milik Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Balikpapan, karena ruangan yang terbatas peserta harus tidur berdesak-desakan dalam satu ruangan, begitupun ketika buang air dan mandi peserta harus rela mengantri dan sebagainya.

Kongres HMI di Asrama Haji Balikpapan memang menyisahkan persoalan bagi HMI Cabang Balikpapan, tetapi persoalan tersebut sedikit banyak memberi pembelajaran penting tentang bagaimana menghidupkan perkaderan meski berada dalam keterbatasan.

2012, setelah 10 tahun

Dalam anggaran dasar dan rumah tangga HMI, organisasi di tingkat cabang setidaknya harus mengadakan LK 2 selambat-lambatnya setiap 2 (dua) tahun (periode) kepengurusan, jika hal ini tidak dilakukan maka kepengurusan cabang akan dikenakan sanksi yakni penurunan status cabang menjadi cabang persiapan. Kepengurusan HMI Cabang Balikpapan periode 2010/2011 merupakan periode terakhir yang memiliki kewajiban untuk melaksanakan LK 2 untuk menjaga posisi cabang.

Usaha kepengurusan HMI Cabang Balikpapan 2010/2011 mewujudkan LK2 tidak mudah, karena mereka harus berhadapan dengan kenyataan-kenyataan pelik, krisis internal yakni soliditas kepengurusan dan distorsi semangat kaderisasi ditingkat komisariat, dari sisik eksternal tempat-tempat yang pernah menjadi tempat pelaksanaan LK2 tidak dapat digunakan. Gedung KNPI tidak dapat digunakan karena tidak ada ruangan privasi bagi panitia, stering dan peserta, gedung Sanggar Kesenian Belajar Balikpapan yang terdapat di gunung paser tidak dapat digunakan karena belum jelasnya status pengelolaan gedung antara provinsi dan kota, Gedung Hidayatullah tidak dapat digunakan karena ruangan yang pernah digunakan Training pada saat yang sama sedang digunakan.

Karena keadaan ini akhirnya kepengurusan HMI Cabang Balikpapan 2010/2011 memberanikan diri menaruh harap dapat menggunakan Asrama Haji Balikpapan ditengah luka sejarah yang masih membekas, antara tahun 2002 sampai dengan 2010 pengurus asrama haji telah menolak pengurus HMI Cabang Balikpapan untuk memanfaatkanya.

Dengan semangat yakin usaha sampai untuk menghidupkan perkaderan, dan menyiapkan HMI Cabang Balikpapan yang jauh lebih baik, usaha untuk meyakinkan Pengurus Asrama Haji Balikpapanpun dilakukan. Sebagaimana sebuah ungkapan bahwa siapa bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil, kesungguhan, kerjakeras, komitmen menghidupkan perkaderan HMI oleh kepengurusan HMI Cabang Balikpapan periode 2010/2011 terbayar dengan mendapatkan ijin melaksanakan LK2 di asrama haji selama kurang lebih 8 (delapan) hari, dimulai tanggal 2 hingga 10 februari.

Akhirnya setelah 10 (sepuluh) tahun sejak 2002, HMI khususnya Cabang Balikpapan dapat menggunakan Asrama Haji kembali, luka itu mungkin masih membekas, dengan dilaksanakannya LK 2 HMI Cabang Balikpapan kemaren, perlahan harus diakui bahwa sebesar apapun luka yang ditimbulkan dari satu peristiwa pasti akan ada obatnya, dan kepengurusan HMI Cabang Balikpapan 2010/2011 dengan keadaan mereka telah menemukan obat itu.


NB

Salute buat Tedjo (Pj. Ketua Umum), Wawan Sanjaya (kepala Bidang PA/koordinator Stering LK 2), Didik Setiawan (ketua Panitia LK 2), Rijal (Stering LK 2/pengurus Cabang), Randy (Bendahara LK 2) dan teman-teman (kader) yang terlibat dalam suksesnya LK 2 HMI Cabang Balikpapan. Teruslah menciptakan ruang perkaderan.

Balikpapan, 13 Februari 2012-02-13



HD

Komentar

Postingan Populer