Kecewa Dengan Head Line Tribun Kaltim Edisi 23 Agustus 2011

Entah, meskipun saya menyaksikan pertandingan Indonesia vs Palestina pada tanggal 22 Agustus 2011 di layar TV, keesokan harinya rabu (23 Agustus) saya tetap ingin membaca berita kemenangan Indonesia atas Palestina tersebut melalui Tribun Kaltim.

Betapa kecewanya saya mendapati Tribun Kaltim Edisi 23 Agustus 2011 yang lebih memilih isu Nazaruddin sebagai Head Line, begitupun ketika saya mencari di rubrik olah raga, ulasan tentang Tim Nasional Indonesia tiak ada, hanya ada di Halaman 1 (dan sambunganya). Berita kemenangan Indonesia atas Palestina di halaman muka Tribun Kaltim hanya ada 1 (satu) berita dengan kolom kecil berbeda jika dibandingkan dengan berita Nazarudin yang menghabiskan saparu halaman utama yang memborong lima berita di halaman muka. Gol berdarah Hariono yang membangkitkan asa pemain tim nasional membalik keadaan sehingga mampu menaklukan Palestina kalah heroik dengan berita yang berhubungan Nazaruddin yang meruntuhkan moralitas. Indonesia vs Nazaruddin pada halaman muka tribun kaltim Indonesia kalah telak 1-5.

Jika dilihat dari sudut pandang pembaca kemenangan Indonesia menurut saya merupakan sesuatu yang ingin di baca publik Tribun Kaltim di bandingkan dengan pemberitaan Nazaruddin, hal ini disebabkan karena pemberitaan Nazaruddin yang kerap nangkring di halaman muka jika dilihat dari sudut pandang pembaca sudah sangat membosankan, penuh dengan drama bak sinetron dengan epiosode panjang. Berbeda dengan kemenangan Indonesia, bola hari ini menjadi alat pemersatu dan memiliki kekuatan dalam membangkitkan nasionalisme, mengulas kemenangan Indonesia tentunya akan berdampak positif, dapat membangkitkan moralitas masyarakat pembaca, dibandingkan dengan mengulas secara terus menerus isu Nazaruddin yang mumet bikin jengkel, meruntuhkan moralitas dan harapan sebagai bangsa.

Saya menilai redaktur kali ini tidak jelih melihat situasi perasaan (psikologis) kebangsaan masyarakat (pembaca), di tengah masyarakat (pembaca) yang dislimuti kebanggan terhadap sepakbola tanah air, satu-satunya alasan yang dapat membuat bangsa ini bangga, tetapi tribun tetap membidik isu Nazaruddin sebagai head line. Saya membayangkan jika Tribun Kaltim edisi 23 Agustus 2011 memanfaatkan moment hari jadi Indonesia yang ke - 66 tahun kemudian menyuguhkan ulasan apik tentang kemenangan Tim Nasional Indonesia yang ditempatkan di halaman utama, akan memberikan efek baik.

Memuat berita Nazaruddin tidak salah, tapi apa salahnya ditengah rudungan berita Nazaruddin yang selalu dihadapi pembaca tiap pagi di halaman muka, untuk tanggal 23 pembaca diberikan suguhan yang menenangkan, menyenangkan, membanggakan, dan mengangkat moralitas karena kemenangan Indonesia.

Bontang, 25 Agustus 2011


Hari Dermanto

Komentar

Postingan Populer