Nasib Bio Diesel jelantah Temuan SMK Negeri 1 Kota Bontang



Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kota Bontang merupakan salah satu sekolah di kalimantan timur yang memiliki prestasi membanggakan, SMK teknologi ini pada tahun 2008 menancapkan namanya di panggung nasional sebagai juara satu LKS SMK Tingkat Nasional XVI – 2008 untuk kategori Chemistry Bio Diesel. Keberhasilan menjuarai perlombaan yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional ini disebabkan karena penemuan mereka yang mampu mengubah limbah rumah tangga, minyak makan bekas (jelantah) menjadi Bio Diesel yang memiliki kekentalan (viscositas) sama dengan solar.

Mereka menjadi juara karena Bio Diesel jelantah temuan mereka ini diakui memiliki keunggulan dalam hal mengurangi emisi gas buang, gas-gas beracun yang merupakan sisa hasil pembakaran mesin yang berbahan bakar solar, dengan menggunakan produk temuan SMK N 1 Kota Bontang ini pengguna turut mengurangi pencemaran udara dari gas-gas beracun yang merupakan gas yang menyebabkan terjadinya efek rumah kaca, tentunya penggunaan Bio Diesel Jelantah buatan mereka akan turut membantu dalam pengurangan penggunaan energi fosil khususnya solar. Bio Diesel jelantah pada mesin yang berbahan bakar solar bukan sebagai bahan bakar utama pengganti solar, melainkan hanya sebagai bahan bakar campuran dengan perbandingan 3 : 1, di setiap 3 liter penggunaan solar dicampur dengan 1 liter Bio diesel Jelantah temuan mereka.

Dalam proses pembuatannya, untuk menghasil sekitar 900 mililiter Bio Diesel Jelantah mereka memerlukan bahan dasar jelantah sebanyak lebih kurang 1 liter, waktu yang diperlukan untuk mengolah 1 liter jelantah menjadi Bio Diesel Jelantah kurang lebih 8 – 10 jam. Sayang sekali para penemu-penemu muda ini tidak merumuskan ongkos produksi yang harus mereka keluarkan untuk menghasilkan 1 liter Bio Diesel Jelantah, yang memungkinkan untuk dilakukan pemetaan terhadap kelayakan produk ini mendapat suport, ketika ongkos produksinya rendah dan harga pasaran tiap 1 liternya sama dengan harga solar yang beredar di pasaran tentunya, Bio Diesel Jelantah bisa menjadi pilihan pengendara karena sumbangannya terhadap pelestarian lingkungan.

Meski terdapat kekurangan dalam penelitian mereka, sebagai sebuah inovasi dibidang penemuan bahan bakar nabati (BBN) temuan SMK N 1 Bontang merupakan sesuatu yang luar biasa. Tetapi, sungguh disayangkan sejak kejuaraan yang mereka menangkan di tahun 2008, temuan mereka ini tidak pernah dilirik pemerintah atau pihak swasta untuk ditindak lanjuti, unuk diproduksi masal. Nasib temuan ini sepertinya akan sama dengan umumnya temuan gemilang anak-anak berbakat di negeri ini. Temuan luar biasa mereka pada akhirnya menjadi temuan biasa, karena persoalan klasik rendahnya respon pemerintah dan swasta. Sehingga sebagaimana penemuan-penemuan hebat di negeri ini nasbi temuan mereka hanya menjadi macan ketika dipamerkan dalam festival, lomba dan sekelasnya, tanpa ada kembanggan lain.

Harus diakui terdapat kekurangan dalam proses pembuatan Bio Diesel Jelantah buatan mereka, karena mereka tidak mengkalkulasi biaya produksi yang digunakan untuk mendapatkan 1 libter Bio Diesel Jelantah, mereka mengakui belum pernah melakukan penghitungan terhadap beban biaya yang diperlukan untuk menghasilkan 1 liter Bio Diesel Jelantah meskipun demikian kekurangan tersebut tidak menjadi pengurang terhadap temuan mereka yang luar biasa tersebut. Disisi lain sikap pemerintah dan swasta yang cenderung tidak apresiatif terhadap kejeniuasan mereka bukan tidak mungkin akan menjadi boomerang yang mematikan geliat penemuan-penemuan energi alternatif selanjutnya, yang mematikan potensi lahirnya generasi Habibi.

Salam

Komentar

Postingan Populer